Diberdayakan oleh Blogger.

About Fast Edition

Services

More links

Advertisement

Popular Posts

RSS

Semangat Baru

kakak beradik meskipun nggak akur tetapi harus saling menjaga ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Negara Korea Selatan


Peta
http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/images/maps/south_korea.gif  
Batas-batas:
·         Utara                     : Korea Utara
·         Timur                    : Laut Jepang
·         Barat                     : Laut Kuning
·         Selatan                 : Laut Cina Timur
Pemerintahan:
·         Ibu Kota                               : Seoul
·         Bentuk Pemerintahan   : Republik
·         Bahasa Nasional               : Bahasa Korea
·         Agama                                  : Budha (42,64%), Kristen (34,27%), Katolik (20,46%), Konfusianisme (0,37%), Buddha Won (0,60%), Cheondoisme (0,19%) , Islam (0,19%), agama lain (1,31%).
·         Lagu Kebangsaan             : Aegukga
·         Mata Uang                          : Won
·         Letak Astronomis             : 33˚06’40” LU - 43˚00’39” LU
                                             124˚11’00” BT - 131˚52’42” BT

·         Luas Negara                       : 100.210 kilometer persegi
·         Jumlah Penduduk            : 51,482,816 (2015)

Perekonomian   :
1.       Hasil Pertanian                  : Beras, kentang, dan sereal (utama)
2.       Hasil Pertambangan        :  batubara, bijih besi, timah, zink, tungsten, emas, grafit, fosfat, perak, dan tembaga
3.       Hasil industri                      : Elektronik, peralatan mesin dan transportasi, baja, kapal, dan tekstil
Sisi menarik      :
·  Orang Korea jarang makan pake tangan karena dianggap kurang sopan
·  Orang Korea suka makan bawang putih karna dipercaya dapat menetralkan darah
·  Selain disebut sebagai negara Gingseng, Korea Selatan juga dikenal dengan ‘Republic of Plastic Surgery’
·  Remaja di Korea lebih suka hadiah ulang tahun berupa operasi plastik ketimbang mobil / sejenisnya
·  Batas remaja Korea yang melakukan operasi plastik diatas 14 tahun
·  Negara yang ingin menyaingi Korea dalam hal operasi plastik adalah Thailand. Mereka membuat wisata sambil operasi plastik.
·  Di Majalah Korea banyak iklan tentang operasi plastik dan itu adalah hal yang biasa
·  50% wanita berumur 20tahun di Korea Selatan pernah menjalani operasi plastik.
·  Saat liburan, panjang sekolah biasanya banyak pelajar Korea yang melakukan operasi plastik.
·  Tempat operasi plastik gampang ditemukan di Korea Selatan
·  Artis Korea melakukan operasi plastik adalah hal yang wajar dan biasa
·  40% pengunjung klinik operasi plastik pria
·  Rata-rata pria Korea mengoperasi bagian mata agar menjadi lebih besar, ada juga pria korea yang operasi plastik untuk mengecilkan payudaranya.
·  Berdasarkan survei, pria korea melakukan operasi plastik rata-rata ingin mukanya seperti Jang Dong Gun
·  Biaya operasi plastik di Korea lebih murah 50% dibanding Jepang
·  Wanita Korea yang operasi plastik paling menginginkan wajah seperti Song Hye Gyo
·  Operasi plastik adalah hal yang wajar di Korea, jadi bukan masalah jika banyak artis yang melakukan operasi plastik
·  Wanita Korea banyak yang mengubah mata mereka menjadi lebih besar dengan operasi plastik
·  Di dalam sebuah jajak pendapat, 70% pria juga penginginkan operasi plastik
·  Rata-rata orang Korea menghabiskan 30% penghasilannya untuk operasi plastik
   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Membuat Laporan



Langkah-langkah membuat laporan:

1.       Menetukan Tema.
2.       Menentukan pokok-pokok laporan (5W+1H).
3.       Membuat naskah laporan sesuai dengan pokok-pokoknya.

Contoh laporan

1.       Tema                                     : Karnaval budaya Kecamatan Muntilan.
2.       Pokok-pokok laporan     :
a.       What (Apa)                         : Karnaval Budaya Kecamatan Muntiln
b.      Where (Di mana)             : Jalan Pemuda Muntilan
c.       When (Kapan)                   : Selasa, 25 Agustus 2015, siang hari pukul 14.00 WIB
d.      Who (Siapa)                       : Sekolah dan kampung yang ada di sekitar Kecamatan Muntilan
e.      Why (mengapa)                               : Untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia  yang ke-70 tahun
f.        How (Bagaimana)            : Berjalan dengan lancar dan sangat meriah
3.       Naskah laporan                 :
Selamat siang pemirsa. Berjumpa lagi dengan saya Nur Ayu Aktafiana yang akan melaporkan bahwa siang ini, hari Selasa, 25 Agustus 2015 tepatnya pukul 14.00 WIB warga Muntilan sangat antusias untuk menyaksikan karnaval budaya. Karnaval ini bertujuan untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-70 tahun. Acara dilaksanakan di Jalan Pemuda Muntilan yang mana jalan tersebut adalah jalan utama Kecamatan Muntilan yang menghubungkan Yogyakarta dengan Kota Magelang. Acara tersebut dimeriahkan oleh sekolah-sekolah yang ada di sekitar Muntilan serta kreativitas warga kampung Muntilan. Dengan partisipasi dan semangat mereka, karnaval budaya berjalan dengan lancar dan suasana sangat meriah. Demikian yang bisa saya sampaikan, apabila terdapat kesalahan mohon maaf dan sampai
jumpa.                                                                                                 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contoh Dialog Bahasa Jawa




Ibu Sartini            :”Krungu-krungu ana pagelaran wayang ing omahe Pak Jaka ya, Ndhuk?”
Ani                         :”Inggih Bu, Pak Jaka kagungan kersa mantu Mbak Siska. Pak Jaka nanggap wayang kulit sawengi muput.”
Ibu Sartini            :”Kapan kuwi, Ndhuk?”
Ani                         :”Malem Minggu, Bu.”
Ibu Sartini            :”Kebeneran ngepasi malem Minggu, dadi ora keganggu sinaumu.”
Ani                         :”Inggih Bu, kula lan kanca-kanca badhe ningali sareng, punapa pareng Bu?”
Ibu Sartini            :”Ya kena wae, nanging aja nganti kewengen.”
Ani                         :”Inggih Bu, sak derenge pukul 1 kula sampun wangsul.”
Ibu Sartini            :”Butuh sangu pira, Ndhuk?”
Ani                         :”Matur nuwun Bu, nanging kula tasih gadhah arta simpenan.”
Ibu Sartini            :”Nak ngono ya Alhamdulillah, iki wis mbengi kono lek turu!”
Ani                         :”Inggih Bu, matur nuwun.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FIFA Punya Rencana "Rahasia" untuk Indonesia


Anju Christian / Kompas.com Perwakilan FIFA dan AFC mengunjungi Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2015).


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hinca Panjaitan mengklaim bahwa FIFA akan meminta pemerintah untuk mencabut pembekuan terhadap PSSI. Bila tak berhasil, FIFA memiliki rencana cadangan yang belum bisa diungkapkan.

Rombongan FIFA dan AFC telah mengadakan pertemuan dengan PSSI di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2015). Dalam pertemuan ini, mereka menegaskan syarat agar sanksi untuk Indonesia bisa dicabut, yakni pemerintah harus mencabut terlebih dahulu surat keputusan perihal pembekuan PSSI tertanggal 17 April 2015.

Pasalnya, tertera dalam statuta FIFA, federasi sepak bola sebuah negara tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. "Sudah menjadi prinsip bagi FIFA, statuta harus ditaati," kata Hinca setelah pertemuan tersebut.

"Mereka juga menyampaikan, silakan kembalikan sepak bola kepada PSSI dan pemerintah hanya memberikan dukungan," tuturnya.

Apabila tak ada solusi dari pemerintah, sanksi untuk Indonesia terancam berlanjut. Dengan kata lain, Indonesia tidak bisa mengirimkan wakil dalam kompetisi sepak bola level internasional. Namun, FIFA ternyata punya rencana cadangan.

"Ada plan B yang baru bisa kita ketahui setelah mereka bertemu dengan (Presiden) Joko Widodo," ucap Hinca.

Dalam pertemuan ini, FIFA diwakili oleh Kohzo Tashima dan HRH Prince Abdullah, sedangkan AFC menyertakan Mariano Araneta, James Johnson, Sanjeevan, dan John Windsor. Di sisi lain, PSSI mengirimkan Agum Gumelar, La Nyalla Mattalitti, Hinca Panjaitan, dan Djamal Aziz.

Rombongan FIFA dan AFC keluar dari Kantor PSSI sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka langsung bertolak ke Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
Berikut ini adalah agenda FIFA dan AFC selama di Jakarta:
Senin (2/11/2015)
10.30 WIB: Bertemu dengan PSSI di Kantor PSSI
11.45 WIB: Bertemu dengan Menpora dan Presiden di Istana Negara
Selasa (3/11/2015)
09.00 WIB: Bertemu APPI dan APSNI di Kantor PSSI
10.00 WIB: Bertemu PT Liga di Kantor PSSI
11.00 WIB: Bertemu Siwo di Kantor PSSI


SUMBER         : www.kompas.com
 Senin, 2 November 2015 | 13:27 WIB


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemprov Jateng Kembangkan Paket Wisata Antar Daerah

KOMPAS/EDDY HASBY Astuti (kanan) dan Sariyah (kiri) menari di atas panggung di Desa Somakaton, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/2/2014). Dua penari lengger ini merupakan generasi penerus Dariah, seorang maestro lengger yang ada di Banyumas.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menerapkan cara untuk menarik wisatawan ke obyek-obyek wisata potensial. Salah satu yang dipersiapkan adalah paket pariwisata antar daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan paket wisata untuk mensinergikan kawasan antar daerah. Paket itu untuk melihat dengan seksama potensi yang ada di daerah.

"Kami sudah petakan mana kabupaten yang punya potensi. Kita buat paket wisata. Misalnya di Banyumas raya buat paket wisata alam, antara Purbalingga dan Banyumas," kata Prasetyo kepada KompasTravel, Senin (2/11/2015).

Menurut dia, paket wisata akan membuat daerah tidak bekerja sendiri dalam melakukan promosi wisata. Paket wisata bisa diangkat bersama, serta biaya periklanan menjadi lebih murah.

"Prinsipnya nanti kita lihat mana yang bisa diangkat bersama-sama. Kalau diangkat sendiri-sendiri itu mahal," ucapnya.

Nantinya paket wisata itu bisa menarik atau tidak tergantung pemaketan wisatanya. Prasetyo mencoba untuk melakukan paket antara 2-3 hari itu untuk paket daerah bersama.

TRIBUNJATENG.COM/FAJAR EKO NUGROHO
Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jateng, memiliki sedikitnya enam curug atau air terjun.
Hanya saja, pemaketan wisata perlu waktu, dan tidak bisa asal-asalan. Pihaknya saat ini tengah mengkaji antara harga, kualitas atraksi, serta jarak ke lokasi wisata.

"Kami serukan, ayo kabupaten dan kota, buat paket. Kalau punya wisata bagus, tapi tidak dikembangkan daya tariknya, orang hanya datang dan pergi saja nanti," katanya.

Pemprov Jateng pada 2016 ini juga berusaha mengarahkan anggaran infrastruktur untuk kepentingan pariwisata.

Gubernur Jateng sudah memerintahkan agar jalan menuju obyek wisata dibangun dengan baik. "Soal aksesibilitas, gubernur Jateng membantu mengatasi persoalan dengan bantuan infrastruktur," tambah Prasetyo. 
Sumber      : www.kompas.com
 Senin, 2 November 2015

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wartawan Grup Tribun Bersepeda Menyusur Kaki Gunung Himalaya


Wartawan Grup Tribun Bersepeda Menyusur Kaki Gunung Himalaya

Max Agung Pribadi

Bersepeda di kaki langit Himalaya. 

 

Wartawan Warta Kota (Grup Tribun), Max Agung Pribadi melakukan penjelajahan bersepeda seorang diri ke kawasan Pegunungan Himalaya di India pada 28 September-17 Oktober 2015. Berikut seri ke-5 laporannya yang disajikan dalam 10 tulisan.

DI ujung desa kudapati sebuah youth hostel yang tidak terawat. Tanahnya luas dan bangunan besar, tampaknya dikelola oleh pemerintah daerah setempat.

Penjaganya 5-6 orang Kashmir yang tubuhnya besar-besar mengarahkan aku berikut sepeda masuk ke sebuah kamar di bagian depan.

Padahal aku sebenarnya cuma minta izin berkemah di halaman.

Entah mengapa, perasaanku tak enak saat memasuki bangunan besar yang kosong itu. Lebih tak enak lagi saat seorang penjaga mengamati barang-barang bawaanku dengan mata jelalatan seperti mencari barang berharga.

Di dalam kamar berisi tumpukan kasur kugelar matras dan sleeping bag lalu memasak makan malam berupa nasi, abon, telur, dan sayuran kaleng.

 

 

Seperti permukaan bulan. Suasana bersepeda menuju kaki Himalaya.
Tak lama salah seorang penjaga masuk ke kamar dan meminta uang 1.000 rupee untuk sewa kamar. Rupanya sengaja ia menjebakku masuk ke kamar duluan lalu bisa diperas.

Tapi aku tak kalah gertak. Kubilang hanya ada 200 rupee untuk kamar karena aku bukan turis dan perjalananku masih panjang.

 

 

Sumber         : Tribun Jambi

 Senin, 2 November 2015 10:30

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS