Semangat Baru
00.18 |
Read User's Comments0
Negara Korea Selatan
03.45 |
Peta
Batas-batas:
·
Utara : Korea Utara
·
Timur : Laut Jepang
·
Barat : Laut Kuning
·
Selatan :
Laut Cina Timur
Pemerintahan:
·
Ibu Kota : Seoul
·
Bentuk Pemerintahan : Republik
·
Bahasa Nasional :
Bahasa Korea
·
Agama :
Budha (42,64%), Kristen (34,27%), Katolik (20,46%), Konfusianisme
(0,37%), Buddha Won (0,60%), Cheondoisme (0,19%) , Islam (0,19%), agama lain
(1,31%).
·
Lagu Kebangsaan :
Aegukga
·
Mata Uang :
Won
·
Letak Astronomis : 33˚06’40” LU - 43˚00’39” LU
124˚11’00” BT - 131˚52’42” BT
·
Luas Negara :
100.210 kilometer persegi
·
Jumlah Penduduk :
51,482,816 (2015)
Perekonomian
:
1.
Hasil Pertanian : Beras, kentang, dan sereal (utama)
2.
Hasil Pertambangan : batubara, bijih
besi, timah, zink, tungsten, emas, grafit, fosfat, perak, dan tembaga
3.
Hasil industri :
Elektronik, peralatan mesin dan transportasi, baja, kapal, dan tekstil
Sisi menarik :
·
Orang Korea jarang makan pake tangan karena dianggap kurang sopan
·
Orang Korea suka makan bawang putih karna dipercaya dapat menetralkan
darah
·
Selain disebut sebagai negara Gingseng, Korea Selatan juga dikenal
dengan ‘Republic of Plastic Surgery’
·
Remaja di Korea lebih suka hadiah ulang tahun berupa operasi plastik
ketimbang mobil / sejenisnya
·
Batas remaja Korea yang melakukan operasi plastik diatas 14 tahun
·
Negara yang ingin menyaingi Korea dalam hal operasi plastik adalah
Thailand. Mereka membuat wisata sambil operasi plastik.
·
Di Majalah Korea banyak iklan tentang operasi plastik dan itu adalah hal
yang biasa
·
50% wanita berumur 20tahun di Korea Selatan pernah menjalani operasi
plastik.
·
Saat liburan, panjang sekolah biasanya banyak pelajar Korea yang
melakukan operasi plastik.
·
Tempat operasi plastik gampang ditemukan di Korea Selatan
·
Artis Korea melakukan operasi plastik adalah hal yang wajar dan biasa
·
40% pengunjung klinik operasi plastik pria
·
Rata-rata pria Korea mengoperasi bagian mata agar menjadi lebih besar,
ada juga pria korea yang operasi plastik untuk mengecilkan payudaranya.
·
Berdasarkan survei, pria korea melakukan operasi plastik rata-rata ingin
mukanya seperti Jang Dong Gun
·
Biaya operasi plastik di Korea lebih murah 50% dibanding Jepang
·
Wanita Korea yang operasi plastik paling menginginkan wajah seperti Song
Hye Gyo
·
Operasi plastik adalah hal yang wajar di Korea, jadi bukan masalah jika
banyak artis yang melakukan operasi plastik
·
Wanita Korea banyak yang mengubah mata mereka menjadi lebih besar dengan
operasi plastik
·
Di dalam sebuah jajak pendapat, 70% pria juga penginginkan operasi
plastik
· Rata-rata orang
Korea menghabiskan 30% penghasilannya untuk operasi plastik
Membuat Laporan
03.04 |
Langkah-langkah membuat laporan:
1.
Menetukan Tema.
2.
Menentukan pokok-pokok laporan (5W+1H).
3.
Membuat naskah laporan sesuai dengan
pokok-pokoknya.
Contoh laporan
1.
Tema : Karnaval budaya Kecamatan
Muntilan.
2.
Pokok-pokok laporan :
a.
What (Apa) : Karnaval Budaya Kecamatan
Muntiln
b.
Where (Di mana) :
Jalan Pemuda Muntilan
c.
When (Kapan) :
Selasa, 25 Agustus 2015, siang hari pukul 14.00 WIB
d.
Who (Siapa) :
Sekolah dan kampung yang ada di sekitar Kecamatan Muntilan
e.
Why (mengapa) :
Untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 tahun
f.
How (Bagaimana) :
Berjalan dengan lancar dan sangat meriah
3.
Naskah laporan :
Selamat
siang pemirsa. Berjumpa lagi dengan saya Nur Ayu Aktafiana yang akan melaporkan
bahwa siang ini, hari Selasa, 25 Agustus 2015 tepatnya pukul 14.00 WIB warga
Muntilan sangat antusias untuk menyaksikan karnaval budaya. Karnaval ini bertujuan
untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-70 tahun. Acara
dilaksanakan di Jalan Pemuda Muntilan yang mana jalan tersebut adalah jalan
utama Kecamatan Muntilan yang menghubungkan Yogyakarta dengan Kota Magelang.
Acara tersebut dimeriahkan oleh sekolah-sekolah yang ada di sekitar Muntilan
serta kreativitas warga kampung Muntilan. Dengan partisipasi dan semangat
mereka, karnaval budaya berjalan dengan lancar dan suasana sangat meriah.
Demikian yang bisa saya sampaikan, apabila terdapat kesalahan mohon maaf dan
sampai
jumpa.
Contoh Dialog Bahasa Jawa
02.30 |
Ibu Sartini :”Krungu-krungu
ana pagelaran wayang ing omahe Pak Jaka ya, Ndhuk?”
Ani :”Inggih Bu, Pak Jaka kagungan
kersa mantu Mbak Siska. Pak Jaka nanggap wayang kulit sawengi muput.”
Ibu Sartini :”Kapan kuwi, Ndhuk?”
Ani :”Malem Minggu, Bu.”
Ibu Sartini :”Kebeneran ngepasi malem Minggu,
dadi ora keganggu sinaumu.”
Ani :”Inggih Bu, kula lan
kanca-kanca badhe ningali sareng, punapa pareng Bu?”
Ibu Sartini :”Ya kena wae, nanging aja nganti
kewengen.”
Ani :”Inggih Bu, sak
derenge pukul 1 kula sampun wangsul.”
Ibu Sartini :”Butuh sangu pira, Ndhuk?”
Ani :”Matur nuwun Bu,
nanging kula tasih gadhah arta simpenan.”
Ibu Sartini :”Nak ngono ya Alhamdulillah, iki
wis mbengi kono lek turu!”
Ani :”Inggih Bu, matur
nuwun.”
FIFA Punya Rencana "Rahasia" untuk Indonesia
03.34 |
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hinca Panjaitan mengklaim bahwa FIFA akan meminta pemerintah untuk mencabut pembekuan terhadap PSSI. Bila tak berhasil, FIFA memiliki rencana cadangan yang belum bisa diungkapkan.
Rombongan FIFA dan AFC telah mengadakan pertemuan dengan PSSI di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2015). Dalam pertemuan ini, mereka menegaskan syarat agar sanksi untuk Indonesia bisa dicabut, yakni pemerintah harus mencabut terlebih dahulu surat keputusan perihal pembekuan PSSI tertanggal 17 April 2015.
Pasalnya, tertera dalam statuta FIFA, federasi sepak bola sebuah negara tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. "Sudah menjadi prinsip bagi FIFA, statuta harus ditaati," kata Hinca setelah pertemuan tersebut.
"Mereka juga menyampaikan, silakan kembalikan sepak bola kepada PSSI dan pemerintah hanya memberikan dukungan," tuturnya.
Apabila tak ada solusi dari pemerintah, sanksi untuk Indonesia terancam berlanjut. Dengan kata lain, Indonesia tidak bisa mengirimkan wakil dalam kompetisi sepak bola level internasional. Namun, FIFA ternyata punya rencana cadangan.
"Ada plan B yang baru bisa kita ketahui setelah mereka bertemu dengan (Presiden) Joko Widodo," ucap Hinca.
Dalam pertemuan ini, FIFA diwakili oleh Kohzo Tashima dan HRH Prince Abdullah, sedangkan AFC menyertakan Mariano Araneta, James Johnson, Sanjeevan, dan John Windsor. Di sisi lain, PSSI mengirimkan Agum Gumelar, La Nyalla Mattalitti, Hinca Panjaitan, dan Djamal Aziz.
Rombongan FIFA dan AFC keluar dari Kantor PSSI sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka langsung bertolak ke Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
Berikut ini adalah agenda FIFA dan AFC selama di Jakarta:
Senin (2/11/2015)
10.30 WIB: Bertemu dengan PSSI di Kantor PSSI
11.45 WIB: Bertemu dengan Menpora dan Presiden di Istana Negara
Selasa (3/11/2015)
09.00 WIB: Bertemu APPI dan APSNI di Kantor PSSI
10.00 WIB: Bertemu PT Liga di Kantor PSSI
11.00 WIB: Bertemu Siwo di Kantor PSSI
SUMBER : www.kompas.com
Senin, 2 November 2015 | 13:27 WIB
Pemprov Jateng Kembangkan Paket Wisata Antar Daerah
03.24 |
SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah segera menerapkan cara untuk menarik wisatawan ke obyek-obyek
wisata potensial. Salah satu yang dipersiapkan adalah paket pariwisata
antar daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan paket wisata untuk mensinergikan kawasan antar daerah. Paket itu untuk melihat dengan seksama potensi yang ada di daerah.
"Kami sudah petakan mana kabupaten yang punya potensi. Kita buat paket wisata. Misalnya di Banyumas raya buat paket wisata alam, antara Purbalingga dan Banyumas," kata Prasetyo kepada KompasTravel, Senin (2/11/2015).
Menurut dia, paket wisata akan membuat daerah tidak bekerja sendiri dalam melakukan promosi wisata. Paket wisata bisa diangkat bersama, serta biaya periklanan menjadi lebih murah.
"Prinsipnya nanti kita lihat mana yang bisa diangkat bersama-sama. Kalau diangkat sendiri-sendiri itu mahal," ucapnya.
Nantinya paket wisata itu bisa menarik atau tidak tergantung pemaketan wisatanya. Prasetyo mencoba untuk melakukan paket antara 2-3 hari itu untuk paket daerah bersama.
TRIBUNJATENG.COM/FAJAR EKO NUGROHO
Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jateng, memiliki sedikitnya enam curug atau air terjun.
Hanya
saja, pemaketan wisata perlu waktu, dan tidak bisa asal-asalan.
Pihaknya saat ini tengah mengkaji antara harga, kualitas atraksi, serta
jarak ke lokasi wisata.
"Kami serukan, ayo kabupaten dan kota, buat paket. Kalau punya wisata bagus, tapi tidak dikembangkan daya tariknya, orang hanya datang dan pergi saja nanti," katanya.
Pemprov Jateng pada 2016 ini juga berusaha mengarahkan anggaran infrastruktur untuk kepentingan pariwisata.
Gubernur Jateng sudah memerintahkan agar jalan menuju obyek wisata dibangun dengan baik. "Soal aksesibilitas, gubernur Jateng membantu mengatasi persoalan dengan bantuan infrastruktur," tambah Prasetyo.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan paket wisata untuk mensinergikan kawasan antar daerah. Paket itu untuk melihat dengan seksama potensi yang ada di daerah.
"Kami sudah petakan mana kabupaten yang punya potensi. Kita buat paket wisata. Misalnya di Banyumas raya buat paket wisata alam, antara Purbalingga dan Banyumas," kata Prasetyo kepada KompasTravel, Senin (2/11/2015).
Menurut dia, paket wisata akan membuat daerah tidak bekerja sendiri dalam melakukan promosi wisata. Paket wisata bisa diangkat bersama, serta biaya periklanan menjadi lebih murah.
"Prinsipnya nanti kita lihat mana yang bisa diangkat bersama-sama. Kalau diangkat sendiri-sendiri itu mahal," ucapnya.
Nantinya paket wisata itu bisa menarik atau tidak tergantung pemaketan wisatanya. Prasetyo mencoba untuk melakukan paket antara 2-3 hari itu untuk paket daerah bersama.
Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jateng, memiliki sedikitnya enam curug atau air terjun.
"Kami serukan, ayo kabupaten dan kota, buat paket. Kalau punya wisata bagus, tapi tidak dikembangkan daya tariknya, orang hanya datang dan pergi saja nanti," katanya.
Pemprov Jateng pada 2016 ini juga berusaha mengarahkan anggaran infrastruktur untuk kepentingan pariwisata.
Gubernur Jateng sudah memerintahkan agar jalan menuju obyek wisata dibangun dengan baik. "Soal aksesibilitas, gubernur Jateng membantu mengatasi persoalan dengan bantuan infrastruktur," tambah Prasetyo.
Sumber : www.kompas.com
Senin, 2 November 2015
Wartawan Grup Tribun Bersepeda Menyusur Kaki Gunung Himalaya
03.10 |
Max Agung Pribadi
Bersepeda di kaki langit Himalaya.
Wartawan Warta Kota (Grup Tribun), Max Agung Pribadi melakukan penjelajahan bersepeda seorang diri ke kawasan Pegunungan Himalaya di India pada 28 September-17 Oktober 2015. Berikut seri ke-5 laporannya yang disajikan dalam 10 tulisan.
DI ujung desa kudapati sebuah youth hostel yang tidak terawat. Tanahnya luas dan bangunan besar, tampaknya dikelola oleh pemerintah daerah setempat.
Penjaganya 5-6 orang Kashmir yang tubuhnya besar-besar mengarahkan aku berikut sepeda masuk ke sebuah kamar di bagian depan.
Padahal aku sebenarnya cuma minta izin berkemah di halaman.
Entah mengapa, perasaanku tak enak saat memasuki bangunan besar yang kosong itu. Lebih tak enak lagi saat seorang penjaga mengamati barang-barang bawaanku dengan mata jelalatan seperti mencari barang berharga.
Di dalam kamar berisi tumpukan kasur kugelar matras dan sleeping bag lalu memasak makan malam berupa nasi, abon, telur, dan sayuran kaleng.
Seperti permukaan bulan. Suasana bersepeda menuju kaki Himalaya.
Tak
lama salah seorang penjaga masuk ke kamar dan meminta uang 1.000 rupee
untuk sewa kamar. Rupanya sengaja ia menjebakku masuk ke kamar duluan
lalu bisa diperas.
Tapi aku tak kalah gertak. Kubilang hanya ada 200 rupee untuk kamar karena aku bukan turis dan perjalananku masih panjang.
Sumber : Tribun Jambi
Senin, 2 November 2015 10:30
Langganan:
Komentar (Atom)






